Agama

Puasa Tidak Hanya Sekedar Menahan Lapar dan Dahaga, Namun..

Banyak pelajaran yang bisa didapat dari puasa, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, namun juga yang paling penting menahan nafsu yang bisa merugikan baik diri sendiri, keluarga, teman dan masyarakat pada umumnya.

 

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thabrani. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shahih lighairih)

Jika pada hari salah seorang diantara kalian berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membuat kegaduhan dan tidak juga melakukan perbutan orang-orang bodoh. Dan jika ada orang yang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’” (Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/118, no. 1904), Shahiih Muslim (II/807)

Ada baiknya kita melihat situasi dan kondisi di Negara ini yang bisa berkaitan langsung dengan puasa di bulan ramadhan berdasarkan dalil- dalil yang ada.

Dana Pembagunan Gedung DPD

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menyatakan hingga saat ini para anggota DPD belum memiliki kantor yang layak sebagai tempat kerja. Sejauh ini DPD masih numpang di Gedung DPR. Mengingat, kompleks parlemen belum pernah direnovasi dan ditata ulang kembali setelah era reformasi. DPD dinilai latah menyikapi rencana pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan permintaan dana aspirasi daerah pemilihan DPR dengan total Rp 11,2 triliun (20 milyar peranggota ) per tahun. Namun, rencana itu akhirnya batal juga karena mendapat penolakan keras publik.

Dana Aspirasi DPR

Yang diajukan Dewan Perwakilan Rakyat sebesar 20 milyar peranggota dan akan disetorkan ke pemerintah daerah untuk daerah pemilihan dengan total anggaran Rp. 11,2 triliun, namun tanpa persetujuan pemerintah Dana Aspirasi tak bisa terealisasi. Pemerintah juga menolak usul DPR untuk memasukkan dana aspirasi ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016. Usulan dana yang dikemas dalam Program Pembangunan Daerah Pemilihan ini dianggap bertentangan dengan Nawa Cita atau sembilan program prioritas yang menjadi visi dan misi pemerintah Presiden Joko Widodo.
Presidenpun menolak usulan dana ini karena tidak sesuai dengan kewenangan DPR dalam penentuan anggaran. DPR hanya berwenang melakukan pengawasan, sementara penentuan anggaran menjadi kewenangan eksekutif. Dalam waktu dekat, pemerintah akan menyampaikan penolakan secara resmi ke DPR

Dari Sahal bin Sa’d –radhiyallahu ‘anhu- bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka” (Muttafaqun Alaihi)

Diriwayat oleh At-Tirmidzi, dari hadits Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- dari nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau bersabda, “Allah ‘azza wa jalla berfirman : Hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling menyegerakan berbuka” (Hadits ini dihasankan oleh Attirmidzi dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Faedah Kedua Hadits: 1). Disunnahkannya menyegerakan buka puasa. Para ulama telah sepakat tentang sunnahnya menyegerakan buka puasa jika telah diyakini terbenamnya matahari dengan penglihatan, dengan info yang terpercaya, atau dengan dugaan kuat. 2). Hadits ini menjadi dalil ditetapkannya kebaikan bagi orang yang menyegerakan buka puasa, dan hilangnya kebaikan bagi orang yang mengakhirkannya.

(Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassam Rahimahullah, Taudhih Al Ahkam Syarah Bulughul Maram)

Reshuffle Kabinet bidang Ekonomi Pemerintahan

Jokowi–JK harus segera mengevaluasi kinerja dari para menterinya, mengingat sampai sekarang tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah sangat rendah. Para pembantu Presiden, yakni para menteri khususnya di bidang ekonomi dinilai kurang mumpuni. Indikator yang paling relelevan adalah nilai tukar mata uang kita yang selalu berubah ke arah yang negatif, selama pemeritahannya yang menyebabkan harga – harga kebutuhan hidup semakin tinggi.

Dalam survei Indo Barometer tentang Kepuasan Publik Jelang Setengah Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, publik menyatakan cukup puas terhadap kinerja presiden Jokowi hanya 57,5 persen, wapres (53,3) dan para menteri (46,8), walaupun tingkat kepercayaan terhadap lembaga presiden sebesar 88,3 persen masih jauh di atas penilaian publik terhadap kinerja presiden. Itu berarti Presiden Joko Widodo masih dipercaya rakyat, oleh sebab itu Presiden harus berani menyegerakan mengevaluasi kabinetnya bahkan kalau perlu mereshuffle menteri – menterinya yang tidak bisa menjalankan tugas – tuganya dengan baik, terutama di bidang perekonomian.

Perubahan PP No. 46 Tahun 2015 BPJS

Presiden Joko Widodo menilai bahwa sebenarnya kebijakan yang diambil oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tidak keliru lantaran lembaga ini hanya menjalankan amanat undang-undang. Sementara mulai 1 Juli tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program yaitu Jaminan Kematian (JK), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun. Dalam ketentuan tersebut dijelaskan bahwa untuk persiapan hari tua (Jaminan Hari Tua/JHT), saldo yang dapat diambil hanya sepuluh persen dan untuk pembiayaan perumahan saldo yang dapat diambil hanya 30 persen. Sementara, pencairan dana secara penuh baru bisa dilakukan ketika peserta berusia 56 tahun. Namun, kenyataannya masyarakat banyak yang keberatan menyikapi peraturan tersebut. Berdasarkan pertimbangan itulah, Presiden memutuskan untuk menyegerakan merivisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Jaminan Hari Tua (JHT).

Maka dari itu yang dituntut ketika seseorang berpuasa adalah hendaknya berpuasa pula pikiran penglihatan, pendengaran, lisan dan seluruh anggota badannya dari hal-hal yang dilarang oleh Allah ta’ala. Inilah puasa yang sebenarnya. Dan bila berbuka puasa harus menyegerakan jangan sampai hilangnya kebaikan bagi orang yang mengakhirkannya. Ada pun puasa seseorang yang hanya menahan diri dari makan dan minum dalam puasanya, maka inilah sejelek-jelek puasa. Puasa seseorang akan menjadi sia-sia dikarenakan ia tetap melakukan berbagai kemaksiatan-kemaksiaan kepada Allah. Hendaknya seseroang yang berpuasa tidak melakukan perbuatan-perbuatan maksiat yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.